087827505995 (Awan) / 085731640924 (Wikrama) himamatematika.uny@gmail.com

Kemampuan berpikir kreatif matematis adalah kemampuan menemukan solusi bervariasi yang bersifat baru terhadap masalah matematika yang bersifat terbuka secara mudah dan fleksibel, namun dapat diterima kebenarannya. Matematika sebagai ratunya pendidikan yang kaya akan pembelajaran, ilmu disiplin, logis, sistematis, serta sangat diperlukan sebagai dasar ilmu lainnya. Namun tidak sedikit peserta didik yang anti dan bosan ketika menjumpai pelajaran tersebut. Oleh karena itu, guru sangat berperan penting untuk mengolah bahan ajarnya agar lebih menyenangkan.

Salah satu cara untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif dan kemampuan pemahaman peserta didik, yaitu merancang bahan ajar yang disesuaikan dengan tahap kognitif siswa. Bantuan guru dalam penciptaan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna sangat diperlukan. Guru bisa menggunakan alat peraga agar pembelajara lebih menyenangkan serta peserta didik juga aktif dalam pembuatan alat peraga tersebut. Dengan begitu tidak hanya melatih akademiknya namun juga melatih kekreatifan peserta didik. Sebagai contoh adalah dengan bantuan “kipas sudut”, peserta didik dapat memabntu menentukan arah dan besar sudut pada busur derajat dengan mudah. Kemudian bisa juga dengan pembuatan balok, kubus, dan bangun ruang lainnya secara nyata agar para peserta didik lebih mudah untuk memahami seluk beluknya serta dapat menghilangkan rasa bosan terhadap pembelajaran matematika.

Berpikir kreatif sangatlah penting bagi semua orang, tidak hanya guru saja namun peserta didikpun harus bisa berpikir kreatif apalagi dengan yang berhubungan dengan matematika. Dampak dari berpikir kreatif tersebut ada, bisa menikmati masalah dalam keadaan apapun, dengan begitu ia akan mudah untuk mencari jalan keluar dengan mudah. Kemudian menjadi orang yang positif, seperti rasa optimis, percaya diri dan berbaik sangka terhadap suatu hal. Selain itu, kita juga dapat melihat peluang dalam permasalahan yang kita hadapi. Kemudian kesuksesan berhubungan sosial untuk mempermudah mencapai tingkat popularitas dalam berinteraksi sosial, karena ide-ide menarik yang kita hasilkan mampu menarik minat dan menjawab kebutuhan di masyarakat. Kemudian memberikan kepuasan, seperti halnya ketika kita menyelesaikan soal matematika dengan kemampuan yang ada dalam diri kita sendiri, sensasi puas dan bangga akan lebih kita rasakan ketimbang dari jawaban menyontek.

Oleh karena itu, berpikir kreatif sangat diperlukan untuk dikembangkan dan guru sangat berperan penting untuk mengajar dengan hal-hal yang kreatif agar tumbuh rasa semangat serta tertanam pula kekreatifan pada peserta didiknya.