087827505995 (Awan) / 085731640924 (Wikrama) himamatematika.uny@gmail.com

Persamaan Helmholtz merupakan rumus matematika yang merepresentasikan bentuk persamaan time-independent gelombang sebagai hasil dari penerapan teknik pemisahan variabel untuk mengurangi kompleksitas analisis. Yang menjadi misteri selama puluhan tahun ini tak ada satupun ahli matematika maupun ilmuwan dunia yang mampu memecahkan penyelesaiannya. Hingga akhirnya dipecahkan oleh warga Indonesia, Dr Yogi Ahmad Erlangga. Beliau merupakan dosen ITB yang berasal dari Tasikmalaya, Jawa Barat.

Banyak penelitian yang telah dilakukannya. Minat penelitiannya meliputi aljabar linear, analisis matriks, metode numerik untuk persamaan diferensial parsial (PDEs), aljabar linear numerik, metode iterasi untuk skalabesar linear/non sistem linear, PDE-kendala optimasi, dengan aplikasi dalam dinamika fluida, dan propagasi gelombang dan seismik eksplorasi/pencitraan. Beliau juga tertarik dalam desain pesawat dan kendaraan udara tak berawak yang panjang dan tinggi serta berdaya tahan. Dalam penelitian kali  ini, Dr Yogi Ahmad Erlangga mengungkapkan penelitian mengenai persamaan Helmholt yang dimulai sejak Desember 2001 silam dengan mengajukan diri untuk melakukan riset di Delft University of Technology (DUT), Belanda.

Di masa lalu, komputer perusahaan minyak buntu bila berhadapan dengan rumus tersebut. Semuanya berpusat pada apa yang disebut persamaan Helmholtz. Pengukuran Gelombang suara ditransmisikan ke perut bumi yang kemudian pantulannya direkam untuk menemukan endapan minyak yang sangat akurat dan cepat. Sebelumnya, pengukuran tersebut dilakukan hanya dengan metode dua dimensi. Tetapi perusahaan minyak lebih suka menggunakan metode yang lebih cepat dan melibatkan blok tiga dimensi. Namun, komputer tidak cukup kuat untuk melakukannya. Memecahkan persamaan Helmholtz membutuhkan kapasitas aritmatika yang sangat besar.

Sehingga pada waktu itu, perusahaan minyak raksasa, Shell, datang ke DUT untuk meminta penyelesaian rumus Helmholtz secara matematika numerik yang bisa di pakai di semua masalah. Yang membuat penelitian ini lama karena persamaan Helmholtz dipecahkan dalam matematika numerik, yaitu matematika yang bisa diolah dengan menggunkan komputer. Oleh karena itu, dalam melakukan penelitian ini diperlukan beberapa tahapan yang masing-masing memerlukan waktu yang cukup lama. Sambung beliau, “Saya punya persamaan matematika dalam bentuk diferensial. Yang saya lakukan untuk memecahkan rumus Helmholtz itu adalah mengubah persamaan ini menjadi persamaan linear aljabar biasa. Begitu saya dapatkan, saya pecahkan dengan metode direct atay iterasi.” Ujarnya.

Dengan pemecahan rumus Helmholtz itu maka metode perhitungan menggunakan komputer akan lebih mudah dilakukan dan lebih cepat. Perusahaan minyak sangat antusias dan menyatakan minat untuk mengeksploitasi temuan Dr Yogi Ahmad Erlangga tersebut. Persamaan Helmholtz digunakan untuk menggambarkan banyak jenis gelombang elektromagnetik termasuk cahaya tampak, blueray, radar, dan juga laser.