082134678336 (Bagas) / 081392182141 (Fachrur) himamatematika.uny@gmail.com

Legenda Pulau Utopia

Karya : Si Babat

     Suatu hari hidup seorang pemuda yang berasal dari keluarga kaya, tetapi dia selalu merasa kesepian. Hingga suatu hari dia mendengar suatu legenda Pulau bernama Utopia. Pulau legenda yang setiap langkah tanahnya terbuat dari belian, hewan yang saat ini punah konon hidup abadi di pulau tersebut, dan di pulau tersebut terdapat harta karun yang belum diketahui apa isinya. Bahkan sampai sekarang belum ada satu orang pun yang pernah sampai ke Pulau tersebut dan pulang dengan selamat. Selain itu, cerita turun menurun mengatakan bahwa untuk ke pulau tersebut harus melewati badai dan ombak yang besar yang sangat mustahil untuk dilewati bahkan oleh pelaut hebat sekalipun. Pemuda itu tidak menggubris cerita tersebut, keinginan dia yang besar untuk mengarungi lautan mengalahkan ketakutan dia akan cerita legenda itu. Akhirnya dia berusaha menjadi supaya bisa mengunjungi pulau tersebut. Singkat cerita akhirnya dia berhasil menjadi pelaut terbaik di kotanya dan berhasil membeli kapal pesiar yang terbaik di dunia. Pemuda tersebut pun berangkat menggunakan kapal tersebut untuk mendatangi pulau impiannya.

     Saat ditengah perjalanan, ombak disertai badai petir seakan akan ingin melumat kapal pemuda tersebut menjadi bubur ditengah lautan. Apa yang dikatakan oleh cerita turun temurun tersebut pun terjadi. Air mulai masuk kelambung kapal, tiang yang konon katanya hanya bisa dihancurkan oleh 10 kali tandukan banteng pun patah karena tersambar petir. Akhirnya kapal serta pemuda tersebut pun tenggelam ditengah badai dan ombak yang seperti ada iblis didalamnya. Pemuda tersebut pun terbangun, dia telah sadar bahwa dirinya terdampar di pulau yang mengerikan. Hutan dari pulau tersebut sangat lebat, gelap dan hawa dingin langsung menusuk ke tubuh ketika melihat kedalam hutan tersebut lebih dalam. Setelah melihat keadaan sekitar pulau, perut pemuda tersebut pun merasa lapar. Entah kapan terakhir kali pemuda tersebut makan. Ia menyusuri pulau tersebut sambil mengumpulkan buah kelapa untuk diminum, dan dipinggir hutan yang gelap tersebut terdapat buah beri yang besar. Dia tidak percaya akan menemukan buah beri yang sebesar genggaman tangan. Pemuda tersebut memakan buah beri tersebut dengan lahap sampai kekenyangan. Rasa kantuk pun mulai menyerang dan akhirnya pemuda tersebut tertidur di pasir pantai yang hangat meninggalkan gelapnya malam.

     Matahari muncul mengusir gelapnya malam, suara merdu dari suatu alat musik mulai membangunkan siapapun yang terlelap pada waktu itu. Pemuda tersebut belum pernah mendengar suara musik yang sangat merdu itu. Bahkan orchestra yang sering dia datangi belum tentu bisa menandingi suara musik tersebut. Ia pun mencari dimana sumber suara tersebut, hingga akhirnya dia menemukan seorang wanita cantik yang sedang duduk di batu karang yang besar, dengan bagian tubuh dari pinggang sampai ujung kaki berupa sirip ikan, rambutnya berwarna merah, dan dilihatnya wanita tersebut sedang memaikan alat musik yang terbuat dari kerang. Pemuda tersebut pun duduk dan di tepi pantai sambil mendengarkan musik yang merdu dari sang putri duyung. Hingga akhirnya putri duyung pun tersadar dia sedang diperhatikan oleh seseorang, dan akhirnya sang putri pun kabur meninggalkan pemuda tersebut ditepi pantai. Pemuda yang sadar bahwa dia sudah mengganggu sang putri pun meneriakkan “Maaff nona… tetapi musik yang kau mainkan sungguh bagus sekali!” kearah laut lepas. Sang putri pun naik ke permukaan dan berkata “Apakah benar? apakah kamu menyukainya”, “benar nona itu merupakan musik indah yang belum pernah aku dengar selama hidupku” akhirnya mereka pun berkenalan dan menjadi teman.

     Beberapa minggu sudah pemuda tersebut lalui dipulau itu. Bersama dengan putri duyung, dia menemukan teman-teman baru yang memiliki bentuk manusia setengah hewan. Hidup yang dulu dia selalu merasa kesepian, kini berubah penuh canda tawa. Hingga suatu hari di malam yang hangat pemuda dan para makhluk dipulat tersebut menggelarkan pertemuan api unggun. Disana mereka bersenda gurau dan bercerita tentang mimpi-mimpi mereka. Hingga pada giliran sang pemuda untuk bercerita “Aku mempunyai mimpi untuk mendatangi pulau legenda Bernama pulau Utopia, tetapi kendaraanku untuk sampai kepulau tersebut hancur diterjang badai dan ombak, hingga akhirnya aku terdampar dipulau ini” Seluruh makhluk yang mengelilingi api unggun tersebut pun saling melihat. “Kita akan membantumu wahai pemuda, disini di pulau ini banyak sekali pohon yang bisa dibuat menjadi kapal, dengan kemampuan kami dan arahanmu wahai pemuda, pasti kita akan membuat kapal yang sangat kuat” kata putri duyung. “Terima kasih putri, terima kasih teman-teman. Baik kalau begitu mulai besok pagi ayo kita membuat kapal terbaik di dunia”

     Pagi pun datang, pemuda tersebut pun memimpin para makhluk tersebut untuk membuat kapal pesiar. “ini rancangan kapalnya teman-teman tapi kita memerlukan pohon jati yang kuat sebagai material kapal yang akan kita buat ini” ujar sang pemuda. “Di dalam hutan, terdapat pohon kayu jati mungkin kau ingin memeriksanya” balas salah satu makhluk dari pulau tersebut. Akhirnya pemuda tersebut pun memberanikan diri untuk masuk ke hutan yang mengerikan tersebut. Ketika dia masuk kedalam hutan, ternyata didalam hutan tersebut terdapat tanaman langka yang berwarna warni, disana terdapat hewan yang belum pernah dia temui sebelumnya, Indah dan menawan pemandangan yang dia lihat. Pemuda sangat menikmati perjalanan didalam hutan tersebut hingga tak terasa pemuda tersebut sampai pada pohon jati yang sangat amat besar. “Ini merupakan kayu jati terkuat yang pernah aku lihat, kita bisa pakai ini” ujar sang pemuda. Pemuda dan teman temannya mulai menebang pohon tersebut, setiap mereka membutuhkan bahan untuk membuat kapal, mereka menebang pohon tersebut, rasanya tidak pernah bisa habis karena pohon tersebut tumbuh dengan sangat cepat. Singkat cerita kapal tersebut pun akhirnya jadi.

     Pemuda pun menaiki kapal tersebut, putri duyung berpesan kepada sang pemuda “Ketika kau mulai merasakan hal buruk yang menimpa dirimu, maka datanglah kemari”. Pemuda tersebut pun melakukan pelayaran kedua. Badai dan ombak yang pernah menghancurkan kapal pemuda sebelumnya pun datang kembali. Namun, seakan tidak ada apa-apa kapal tersebut berlayar dengan gagahnya. Hingga sampai pada suatu pulau. Pulau tersebut sangat indah dan bagaikan tambang emas. Namun, ketika beberapa hari pemuda tersebut menetap dipulau tersebut dia merasakan kembali kehidupan dia sebelumnya. Rasa kesepian, tidak memiliki semangat untuk hidup walaupun disekitarnya terdapat pulau yang menyimpan ribuan keeping emas dan harta karun. Dia ingat pesan dari sang putri duyung, akhirnya dia memutuskan untuk kembali kepulau yang mengerikan tersebut.

     Dia disambut oleh makhluk yang ada di pulau tersebut, putri duyung pun berkata “wahai pemuda, apakah kau sudah menemukan apa yang kau cari?”. Pemuda pun menjawab “semakin aku mencari apa yang aku cari, semakin kesepian aku. Disini lebih seperti pulau Utopia daripada yang aku kunjungi sebelumnya”. Sang putri duyung pun berkata

“Memang disini adalah Pulau Utopia, tanah yang katanya terbuat dari berlian itu memang benar, karena apapun yang kau tanaman yang kau tanam di sini akan tumbuh dengan subur dan cepat bahkan hutan yang mengerikan tersebut terlihat lebat dengan semak-semak dan pohon karena mereka bisa tumbuh dengan cepat di pulau ini, sehingga kau bisa menukarkan hasil dari tanaman tersebut dengan berlian. Hewan yang langka dan hidup abadi disini adalah kita, sebenarnya kita tidaklah abadi. Namun, kita akan hidup selamanya dan di ingat oleh seseorang yang menganggap kita adalah keluarga, karena kita tidak akan membiarkan sesorang pun kesepian disni. Dan harta karun…”.

“Harta karun yang belum diketahui sebelumnya merupakan rasa kebersamaan kalian berikan kepada orang itu. Aku selalu kesepian sehingga aku belum pernah merasakan hal yang seindah ini.” Potong pemuda terhadap pesan sang Putri Duyung.

“Kau benar wahai pemuda. Sebenarnya apa yang kamu cari, sudah ada di sekitarmu, tetapi kamu tidak pernah menyadarinya. Saat di api unggun kemarin, kami sengaja tidak menyadarkanmu agar kamu tau, bahwa mimpi yang kamu usahakan selama ini sudah ada di sampingmu. Lanjut putri duyung untuk membalas sang pemuda.

Akhirnya pemuda bersama makhluk disana membangun pulau tersebut menjadi kota perdagangan rempah-rempah yang besar dan sukses. Hingga diketahui oleh dunia.

TAMAT