HIMATIKA FMIPA UNY

Puncak Desa Binaan: Jalan Sehat, Pentas Tari, hingga Joget Bareng Warga di Gunungkidul

GUNUNGKIDUL — Rangkaian pengabdian masyarakat Desa Binaan #2 tahun 2026 yang
digagas HIMATIKA FMIPA UNY resmi berakhir. Berangkat dari tema “SRAWUNG: Sinau,
Raket lan Awor Warga Nguri-uri Lingkungan”, penutupan kegiatan ini menarik perhatian
warga Padukuhan Kenteng, Kalurahan Mulusan, Kapanewon Paliyan, Gunungkidul, Minggu
(18/10/2026).

Suasana di Balai Padukuhan Kenteng sudah terasa hidup sejak pukul 06.10 WIB. Warga
lintas generasi berkumpul mengikuti agenda jalan sehat bersama panitia. Kemeriahan kian
terasa ketika anak-anak setempat menyuguhkan tarian tradisional di panggung utama, yang
kemudian disusul aksi nyanyi dan joget bersama ibu-ibu warga padukuhan.


Ketua Pelaksana Desa Binaan #2 2026, Fara, mengungkapkan rasa lega sekaligus syukurnya
atas kelancaran seluruh tahapan kegiatan. Ia menyebut bahwa seluruh proses panjang dari
persiapan awal hingga pelaksanaan agenda ketiga akhirnya terbayar tuntas.


“Pencapaian terbesarnya adalah ketika seluruh agenda bisa berjalan lancar sesuai rencana
panitia. Tiap agenda juga jadi kesempatan bagi kami untuk belajar dan membangun hubungan
yang lebih dekat dengan masyarakat,” ujar mahasiswa FMIPA UNY tersebut.


Pelaksanaan program di pelosok Gunungkidul ini menyimpan tantangan fisik yang tak ringan
bagi para mahasiswa. Tim panitia harus berkendara jauh dari area kota sejak pagi subuh dan
kembali turun pada sore harinya.


Beban kerja kian terasa berat lantaran persiapan agenda kedua dan ketiga berbenturan
langsung dengan Ujian Tengah Semester (UTS). Para mahasiswa pun dipaksa pandai
membagi konsentrasi antara kewajiban akademik dan tanggung jawab pengabdian.
Guna mengatasi tekanan tersebut, Fara menekankan pentingnya respons cepat dan
komunikasi intensif di internal tim.


“Kuncinya tetap tenang, cepat berkoordinasi, dan saling bantu. Kalau ada kendala, kami cari
tahu masalahnya lalu mendiskusikan solusi terbaik. Untuk stamina, kami jaga lewat makan
teratur dan istirahat cukup, sementara kekompakan dijaga dengan saling menyemangati,”
tuturnya.


Semangat masyarakat lokal menjadi amunisi utama penawar lelah panitia. Perangkat
kalurahan hingga padukuhan turun tangan mendukung penuh operasional kegiatan, termasuk
membantu mencarikan tempat penginapan bagi para mahasiswa.

Tinggi antusiasme warga terlihat jelas pada penutupan acara. Beberapa warga bahkan sempat
menanyakan kemungkinan agenda tersebut kembali digelar pada pekan berikutnya.


Lewat program pengabdian ini, HIMATIKA FMIPA UNY tak sekadar merajut keakraban
sosial, tetapi juga menyisipkan edukasi pemeliharaan lingkungan sejak dini kepada anak-anak
padukuhan. Tim panitia berharap silaturahmi yang terbangun serta kepedulian lingkungan
yang telah ditanamkan dapat terus terjaga secara berkelanjutan.