May 6, 2026
Pulihkan Asa Pascabencana: Mahasiswa Pendidikan Matematika UNY Tuntaskan Misi Kemanusiaan di Aceh Tamiang
Aceh TamiangβDi tengah sisa-sisa lumpur yang menyelimuti Desa Sampaimah, Kabupaten Aceh Tamiang, sekelompok mahasiswa dari Departemen Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) hadir membawa harapan baru. Nathanael Paulus Lumban Tobing, mahasiswa Pendidikan Matematika D 2023, menjadi bagian dari 110 mahasiswa yang diterjunkan dalam misi KKN Kemanusiaan untuk memulihkan kondisi desa pascabencana banjir.
Β
Misi yang berlangsung sejak keberangkatan pada 8 Januari hingga kepulangan 6 Februari 2026 ini difokuskan pada tiga pilar utama: pembersihan lokasi terdampak, penyelenggaraan pendidikan, dan pendampingan psikososial.
Restorasi Fisik dan Akses Air Bersih
- Pembersihan Fasilitas: Tim membersihkan lingkungan Meunasah, kantor desa, rumah warga, hingga perpustakaan sekolah yang masih tertutup lumpur sisa banjir.
- Inovasi Infrastruktur: Berkolaborasi dengan Relawan Sedekah Air, mahasiswa menyediakan akses air bersih berkelanjutan melalui pembuatan sumur bor untuk warga.
- Penataan Desa: Pemasangan plang pembatas dusun juga dilakukan untuk memperjelas tata ruang desa.
Pendidikan Interaktif dan Pemulihan Psikologis
Bukan sekadar membersihkan fisik desa, kehadiran empat mahasiswa Pendidikan Matematika ini juga menyasar pemulihan motivasi belajar siswa yang sempat menurun akibat trauma bencana.
Nathanael terlibat aktif dalam proses belajar mengajar menggunakan pendekatan interaktif dan menyenangkan di berbagai jenjang sekolah, mulai dari SPS UMMI Sampaimah, SDN Simpang Tiga, hingga SMAN 1 Manyak Payed. Selain pendidikan formal, tim menyelenggarakan:
- Program Trauma Healing: Kegiatan belajar sambil bermain dan kunjungan ke Babo untuk mengembalikan keceriaan anak-anak.
- Kegiatan Sosial-Keagamaan: Pendampingan mengajar TPA, pembagian Al-Qur’an, bantuan sembako, serta partisipasi dalam acara tahlilan warga.
Menembus Batas Komunikasi dan Budaya
Perjalanan ini bukannya tanpa tantangan. Nathanael mengakui adanya kendala bahasa dan perlunya penyesuaian terhadap norma lokal. Namun, tantangan tersebut diatasi dengan komunikasi aktif menggunakan bahasa Indonesia, bantuan rekan mahasiswa lokal, serta bimbingan dari warga desa.
“Tidak ada tantangan besar yang dirasakan karena kelompok KKN, aparat desa, serta masyarakat selalu mempertahankan komunikasi yang baik,” ungkap Nathanael.
Antusiasme warga dan anak-anak menjadi energi tambahan bagi para mahasiswa. Nathanael mengenang momen berharga saat anak-anak desa bersemangat ikut membersihkan sekolah demi bisa belajar dengan nyaman kembali.
Dampak Nyata dan Resiliensi Masyarakat
Kini, Desa Sampaimah telah berangsur pulih. Fasilitas ibadah dan perkantoran telah berfungsi optimal kembali. Program ini tidak hanya membantu pemenuhan logistik, tetapi secara kolektif meningkatkan resiliensi (ketangguhan) masyarakat dalam menghadapi masa pemulihan.
Bagi Nathanael pribadi, pengalaman satu bulan di Aceh ini telah menumbuhkan empati, kepekaan sosial, serta kemampuan bekerja sama dalam tim dengan latar belakang yang beragam. Misi kemanusiaan ini membuktikan bahwa dedikasi mahasiswa dapat menjadi katalisator penting dalam memulihkan senyum dan harapan masyarakat pascabencana.
The most popular content
Majalah Epsilon Edisi 1 Tahun 2026
Majalah Epsilon Edisi 1: 2026 π’βΌοΈπππππππππ π ππ πππππππππ π ππππ πππβΌοΈ π’ββπβββββββββββββββΒ Β Β Β Β ...
Wujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Mahasiswa Departemen Pendidikan Matematika UNY Gelar Desa Binaan di Mojosari, Gunungkidul
GUNUNGKIDUL- Bagi banyak anak-anak, matematika sering kali dianggap sebagai βhantuβ yang menakutkan di sekolah. Namun,...