HIMATIKA FMIPA UNY

SLM Depdikmat 2026 Resmi Berakhir, Panitia: Kebersamaan Jadi Kunci Keberhasilan

Yogyakarta—Riuh tawa, keringat, dan sesekali rasa lelah bercampur jadi satu sepanjang rangkaian  Studi Laboratorium Matematika (SLM) Departemen Pendidikan Matematika (Depdikmat). SLM tahun ini resmi berakhir setelah melalui beberapa tahapan kegiatan, mulai dari Technical Meeting (TM), PRISMA, hingga puncak SLM, semua dilalui dengan satu tujuan besar yaitu membuat mahasiswa baru merasa benar-benar menjadi bagian dari keluarga Depdikmat.


Di tengah hiruk-pikuk persiapan dan pelaksanaan itu, ada satu sosok yang paling banyak menanggung beban sekaligus paling banyak tersenyum lega melihat acara berjalan sampai akhir, Arif Syahrul Ramadhan, atau yang akrab disapa Afsa, Ketua Panitia SLM tahun ini. Afsa membuka cerita dengan nada lega bercampur haru. Menurutnya, secara keseluruhan SLM tahun ini berjalan baik dan cukup lancar, meski bukan berarti tanpa lika-liku. “Tentunya selama prosesnya ada beberapa kendala dan hal-hal yang perlu disesuaikan, tetapi semuanya bisa diatasi bersama-sama,” ujarnya.

Yang paling ia rasakan bukan sekadar suksesnya jadwal acara, melainkan tumbuhnya kekompakan yang perlahan terbentuk di antara panitia sepanjang rangkaian berlangsung. Ia juga tak bisa menyembunyikan rasa bangganya saat melihat mahasiswa baru yang awalnya kikuk dan masih meraba-raba suasana kampus, perlahan berubah menjadi sosok yang berani ambil bagian di setiap kegiatan. “Melihat mahasiswa baru yang awalnya masih beradaptasi sampai akhirnya bisa mengikuti seluruh rangkaian dengan aktif, itu salah satu hal yang membuat SLM tahun ini terasa berkesan,” katanya.

 

Mengangkat Tema Sinergi dan Kolaborasi

 

Mengusung tema “Sinergi Inovasi, Kolaborasi, dan Partisipasi Aktif dalam Membangun Lingkungan Kampus yang Kreatif dan Berkelanjutan,” SLM tahun ini dirancang bukan sekadar untuk mengenalkan kampus, melainkan mengajak mahasiswa baru berani tampil dan berkontribusi sejak hari pertama. Semangat itu diwujudkan Afsa dan tim panitia ke dalam rangkaian kegiatan yang mendorong interaksi aktif, mulai dari Mathematic Competition (MathComp), Lomba Cerdas Cermat (LCC), pentas seni (pensi), hingga outbound yang memaksa mahasiswa baru keluar dari zona nyaman masing-masing.

“Mahasiswa baru tidak hanya menjadi peserta yang mengikuti kegiatan, tetapi juga ikut terlibat secara aktif dalam setiap rangkaiannya,” tegas Afsa.

 

Tiga Rangkaian Utama

 

Pelaksanaan SLM tahun ini terbagi ke dalam tiga rangkaian utama:

 

  1. Technical Meeting (TM): Menjadi tahap awal untuk memberikan informasi dan gambaran teknis pelaksanaan SLM kepada mahasiswa baru, termasuk aturan dan persiapan yang diperlukan.
  2. PRISMA: Mencakup berbagai kegiatan untuk memperkenalkan prestasi yang dapat diraih mahasiswa, seperti LCC, MCC, serta MathComp individu maupun kelompok.
  3. Puncak SLM: Menjadi penutup seluruh rangkaian sekaligus momen mempererat kebersamaan antara mahasiswa baru, dan panitia. Dalam kegiatan ini terdapat sesi Selayang Pandang Program Studi, kajian dan sharing, pentas seni, pengenalan himpunan mahasiswa (Himatika Time, IHMSI, dan IKAHIMATIKA), outbound, hingga sesi kenang-kenangan dan penutupan.

Puncak SLM, Paling Berkesan

 

Dari seluruh rangkaian, Afsa mengaku Puncak SLM adalah bagian yang paling membekas di ingatannya. Ia melihat sendiri bagaimana jarak antara mahasiswa baru dan panitia perlahan menghilang. Jika di awal rangkaian banyak wajah baru yang masih malu-malu dan enggan membuka suara, di penghujung acara mereka justru tampil jauh lebih percaya diri, aktif, dan terbuka satu sama lain.

 

“Dibandingkan awal rangkaian yang masih banyak yang malu-malu dan belum terlalu mengenal satu sama lain, di akhir kegiatan mereka sudah lebih aktif dan terbuka,” kenang Afsa.

Momen itu, katanya, juga menjadi titik yang cukup emosional baginya secara pribadi. Sebab, Puncak SLM sekaligus menjadi penutup dari seluruh persiapan panjang yang telah dijalani bersama tim panitia. “Melihat semuanya bisa sampai di tahap akhir bersama-sama menjadi salah satu highlight bagi kita,” tuturnya.

Saat Aturan Berubah, Kreativitas Panitia Diuji

 

Di balik acara yang tampak berjalan mulus, Afsa mengungkap bahwa panitia harus melakukan sejumlah penyesuaian konsep dan teknis kegiatan agar tetap sesuai dengan kondisi dan aturan yang berlaku tahun ini. Ketika ada kegiatan yang tak lagi bisa dijalankan seperti tahun-tahun sebelumnya, ia dan tim dituntut putar otak mencari format alternatif yang tetap membawa semangat dan tujuan awal kegiatan tersebut.

 

“Kami lebih memanfaatkan kreativitas panitia dalam membuat aktivitas yang interaktif, sehingga meskipun ada batasan tertentu, mahasiswa baru tetap bisa aktif dan menikmati kegiatannya,” jelas Afsa. Fokusnya, menurut dia, bukan lagi sekadar bentuk kegiatan, melainkan memastikan pengalaman yang didapat mahasiswa baru tetap berkesan.

 

Tantangan terbesar justru datang dari urusan koordinasi. Dengan banyaknya divisi yang harus bergerak serentak dan keputusan teknis yang kadang harus diambil dalam waktu singkat, menjaga semua bagian tetap satu langkah bukan perkara mudah. “Rasa saling percaya dan kerja sama antar panitia sangat membantu, karena ketika ada satu bagian yang mengalami kesulitan, bagian lain bisa ikut membantu mencari solusi,” ungkap Afsa mengenai kunci timnya bertahan hingga acara usai.

 

Harapan untuk Maba dan SLM di Masa Depan

 

Menutup perbincangan, Afsa menitipkan harapan besar untuk para mahasiswa baru yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian SLM. Baginya, pengalaman yang dibawa pulang mahasiswa baru seharusnya tidak berhenti pada sekadar mengenal kehidupan kampus. “Aku juga berharap apa yang mereka dapatkan selama SLM bisa menjadi bekal untuk menjalani kehidupan sebagai mahasiswa, terutama dalam hal beradaptasi, bekerja sama, berkomunikasi, dan berani mencoba hal-hal baru,” ucapnya.

Ia berharap kehangatan dan kebersamaan yang sudah terjalin selama SLM tidak berhenti begitu acara usai, melainkan terus berlanjut sepanjang perjalanan perkuliahan mereka.

 

Untuk SLM di tahun-tahun mendatang, Afsa berharap kegiatan ini terus berkembang dan semakin baik, baik dari sisi konsep, kegiatan, maupun cara penyampaiannya kepada mahasiswa baru. “Semoga setiap tahun panitia bisa mengambil evaluasi dari pelaksanaan sebelumnya dan terus menghadirkan inovasi baru tanpa menghilangkan tujuan utama dari SLM,” ungkapnya.